Mengubah Gagasan Menjadi Peran
Catatan Pak Je Relawan Sahabat Al Aqsha Asal Indonesia: Bumi Syam Kemarin, Hari Ini, dan Nanti
Cara Memilih Sekolah Berbasis Tauhid
SEARCH
TERBARU
KATEGORI
- abdullah munir (1)
- abdullah said (1)
- artikel (14)
- asatidz (3)
- bahasa arab (1)
- banjir aceh (1)
- banjir sumatera (2)
- banjir sumatera barat (1)
- banjir sumatera utara (1)
- berita (41)
- bi'ah lughowiyah (1)
- BMH (1)
- hidayatullahyogyakarta (5)
- kisah inspiratif (1)
- kunjungan (2)
- mahasantri (2)
- mushida (1)
- muslimathidayatullah (1)
- parenting (4)
- pendidikan (1)
- pesantren bahasa arab (1)
- promosi (3)
- santri (3)
- seleksi masuk al-azhar mesir jalur resmi markaz tathwir (1)
- suara hidayatullah (3)
- tkyaabunayya (1)
- update berita banjir 2025 (1)
- ust fauzil adhim (4)
- webinar (2)
Website Resmi Hidayatullah
MTs-MA Hidayatullah
SDIT HIDAYATULLAH
TK Yaa Bunayya Hidayatullah Jogja
Custom HTML
Mengubah Gagasan Menjadi Peran
Tidak sedikit orang berwacana, bahkan dengan kecerdasan yang mumpuni disertai data yang memadai. Tetapi, begitu ditutup acara, seperti air yang dituangkan di tengah-tengah aspal, ia menguap entah ke mana.
Hal itulah yang menjadikan Ustaz Abdullah Said tak begitu tertarik dengan kecerdasan yang ditampilkan terus tapi tidak menggerakkan dan menguatkan dakwah. Itu juga yang mendorong beliau tak memilih menghimpun kekayaan lalu mendukung dakwah. Tapi beliau memilih menjadi pihak yang berjuang, memikirkan, mengamalkan, dan mengembangkan dakwah Islam. Tak boleh sendiri, harus berjamaah, maka dipilihlah pesantren sebagai wadah perjuangan.
Sebuah langkah strategis yang penuh hikmah dan pelajaran. Relevan dengan ungkapan bijak, “Jika kamu ingin berjalan cepat, maka berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.”
Sebenarnya Allah telah mengungkapkan bahwa orang Islam yang bisa berhimpun, berjamaah, solid, kokoh bak bangunan, yang satu dengan lainnya saling menguatkan sangat Allah cintai. Daripada sekedar sosok orang yang banyak bicara tapi kurang aksi nyata. Sebuah isyarat bahwa apa yang diperjuangkan oleh Allahuyarham Ustaz Abdullah Said adalah hal strategis, patut dijaga dan dikembangkan.
Oleh karena itu, teramatlah memprihatinkan jika ada kader yang kajian formalnya adalah kelembagaan, manhaj, namun dalam kehidupan sehari-hari, basis melihat kehidupan, perjuangan, justru lepas dari kenyataan indah yang telah Ustaz Abdullah Said wariskan.
Hidayatullah menghendaki setiap kader berbuat nyata dengan basis logika Ilahiyah yang dikukuhkan oleh argumen-argumen iman dan peradaban. Di sini, diskusi, cara bernarasi dan bahkan memilih diksi, bahkan saat bercanda sekalipun mengarah pada kebaikan-kebaikan iman dan persaudaraan. Bukan yang selainnya.
Pesan untuk Pemuda
Kapan sosok kader akan sampai pada kesadaran melihat apa pun dengan cara pandang Quran dan manhaj adalah ketika kualitas syahadatnya terjaga. Indikasinya ada dua menurut beliau dalam karyanya, “Kuliah Syahadat.”
“Apabila selesai dengan satu urusan, segeralah mengangkat urusan yang lain. Sibukkan diri dalam kegiatan, ambil dan pikul tanggungjawab sebanyak-banyaknya. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada, semua waktu punya harga yang tinggi, jangan dilewatkan. Kehilangan waktu sudah pasti kerugian dan kekalahan.” (lihat halaman 156).
Sebuah kriteria unggul yang kalau benar-benar menjadi karakter dalam diri setiap kader, Subhanallah, tentulah progresifitas itu akan hadir setiap kali kita berbicara, diskusi, apalagi bertindak nyata. Dalam situasi wabah seperti ini misalnya, Pemuda Hidayatullah itu harus hadir dan bertindak nyata, jangan lagi cerita apalagi sekedar berpanjang-panjang komentar pada hal-hal yang tak ada gunanya diperhatikan.
Indikasi kedua, “Kepada Tuhanmu, engkau pusatkan seluruh perhatian dan kekuatan untuk mencurahkan seluruh pinta dan harapan. Dengan demikian lewat ibadah, utamanya di tengah malam bisa dilakukan penyadapan haul dan quwwah Ilahi.” (halaman 156).
Itulah kunci utama untuk menjadikan jamaah ini benar-benar kokoh. Lebih lanjut Ustaz Abdullah Said menjelaskan.
“Manakala onderdil dan seluruh instrumen dalam diri organisasi tidak mengerti apa tugasnya, dan tidak bergerak bila tidak disuruh sebagai akibat kerapuhan manajemen atau program kerja yang sporadis serabutan – sibuk tetapi tidak mengarah maju ke depan, sistem kerja tidak melahirkan mekanisme yang lincah, bahkan proses pengambilan keputusan tidak merangsang dan tidak mendorong otak untuk inovatif dan kreatif – maka dapat dikatakan bahwa organisasi tersebut sedang tertimpa suatu akibat, sebagai hukuman, sama sekali bukan proses terminal.” (halaman 161).
Inilah spirit dan warisan yang telah dicontohkan oleh Ustaz Abdullah Said untuk kaum muda dimana pun berada. Peradaban itu seperti pohon yang baik, akarnya menghujam ke dalam bumi dan cabangnya menjulang ke langit dan eksistensinya memberi buat berupa manfaat dan maslahat kepada kehidupan.
Itulah visi organisasi ini yang harus menjadikan setiap kader mulai sadar dan meningkatkan kualitas diri, mulai dari syahadat, ibadah, dakwah, tarbiyah, literasi, hingga amal-amal sosial secara nyata, terutama dalam situasi wabah seperti saat ini. Allahu a’lam.*
Penulis: Imam Nawawi, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah Jumat 17 April 2020
Sumber: https://hidayatullah.or.id/spirit-peradaban-ustaz-abdullah-said/
Catatan Pak Je Relawan Sahabat Al Aqsha Asal Indonesia: Bumi Syam Kemarin, Hari Ini, dan Nanti
![]() |
| Pak Je bersama Sahabat Al Aqsha di Suriah Februari 2012 |
Perjanjian Sykes-Picot yang dirumuskan pada tahun 1915, dideklarasikan pada tahun 1916, dan berlaku efektif mulai tahun 1917, telah memecah Negeri Syam (wilayah khilafah Utsmaniyah) menjadi serpihan-serpihan nation-state.
Sebagai ‘pemenang perang’, Britain leluasa menguasai Yordan, Palestina dan sebagian Irak. Perancis mendapatkan Suriah dan Libanon. Paska Deklarasi Balfour pada tahun 1917 pula, secara mulus Palestina dicaplok Zionis Israhell.
Sejak itu, atribut-atribut nasionalisme menjadi penyekat, bahkan pemisah ummatan wahidah ini. Memasing nation membanggakan negaranya dan cenderung abai bahkan apatis pada urusan ‘dalam negeri’ negara ‘lain’ itu. Musibah!
Waktu pun berjalan tanpa perubahan sejarah yang signifikan. Tak heran jika pada tahun 2024 ini, anak-anak di Syam dan di seluruh penjuru jagat, kebanyakan menyangka bahwa Palestina itu terpisah dengan Suriah. Bahwa Yordan berbeda dari Libanon, Sebagian Turki Tenggara, dan bagian atas Mesir. Padahal, semula mereka satu. Dan memang, sesungguhnya mereka adalah satu: Biladisy Syam.
Tsaurah (revolusi) Suriah pada Maret 2011, menjadi momentum yang membuka mata dunia bahwa Syam adalah satu. Operasi Taufan Al-Aqsha dari Gaza pada bulan Oktober 2023 menghangatkan ulang kesadaran kaum Muslimin, bahwa Syam adalah satu: Satu tanah barokah. Tanah suci. Satu tanah amanah. Tanah para Nabi. Ada Masjidil Aqsha. Ada Baitul Maqdis. Tanah Kehormatan Kaum Muslimin Seluruh Dunia, yang wajib terus dijaga, karena:
إذا فسد أهل الشام فلا خير فيكم
Mari tengok dan sambangi sejenak, serpihan-serpihan itu. Kondisi Gaza terbaru, di wilayah Palestina sungguh sangat mengharu biru. Kita kehabisan kata-kata untuk menggambarkan dinamika di tanah perjuangan ini.
Dahsyatnya peristiwa di Suriah dan Gaza, seharusnya menghentakkan kesadaran kita tentang pentingnya mengupayakan persatuan itu.
…
Mundur sejenak ke 12 tahun lalu; Ketika pada bulan Desember 2011, tim SA (Sahabat Al-Aqsha) masuk Gaza; berlanjut pada bulan Februari 2012, tim SA berkesempatan masuk Suriah dan berinteraksi dengan sebagian kawasan Syam tersebut, situasinya sungguh memprihatinkan.
Deskripsi umumnya adalah: Kota-kota yang remuk; Internal displaced person yang membanjiri border-border; Wajah kusut anak-anak dan emak-emak yang menjadi war victim; Refuges di tenda-tenda yang alakadar; Saat Winter, dinginnya ekstrim. Saat Summer, panasnya menyengat; Di bawah ancaman serangan Rezim zalim. 🥲😭.
![]() |
| Kunjungan Sahabat Al Aqsha di Bumi Syam Desember 2016 |
…
Pada bulan Juni 2024, Tim SA mengantarkan tim KITA (Khidmat Indonesia untuk Tanah Amanat) menuju negeri Syam. KITA ini adalah tim baru, semacam peremajaan SA dengan dukungan anak-anak muda yang lebih bertenaga untuk menginternasional dengan segala modal dan daya dukungnya. Perjuangan harus dilanjutkan!
Dan…
Situasi di negeri Syam dan dinamika mengembalikan kebebasan Baitul Maqdis, relatif belum banyak berubah. Meski begitu, Gaza sebagai ujung tombak perlawanan yang dengan gigih mewakili kehormatan Kaum Muslimin, in syaa Allah menjanjikan harapan.
Bagaimana dengan anak-anak Syam kita? Sudah sama kita tahu dari berbagai sumber, kondisinya masih seperti itu. Di Suriah dan di border-border Turki-Suriah, seakan belum kunjung ketemu format yang pas, untuk mengambil salah satu peran, misalnya: ‘menyelamatkan’ anak-anak itu.
Aah, memang terlalu muluk kalau kita bilang kita bisa menyelamatkan sekian buuuanyak anak-anak itu.
![]() |
| Kunjungan Sahabat Al Aqsha di Bumi Syam Desember 2020 |
Sementara, laju usia kita juga nggak bisa direm. Fisik relawan tua sudah tak setangguh dulu untuk melakukan perjalanan. Di jalan naik, problem di napas. Saat jalan turun, problem di dengkul. Pokoke sebelum kapundhut, mari lakukan saja dengan apa yang kita punya dan kita bisa. Ngelmu, Bondho, Bahu, lek perlu Nyawane pisan…
Yaa Rabb… Ahlusy Syam. Mereka telah bertahan. Kita musti terus sokong dan kuatkan. Allah subhanahu wa ta’ala kelak yang akan memenangkan dan mengembalikan kejayaan mereka. Mereka lah ujung tombak di garis depan kehormatan Islam: Kejayaan dan Kehormatan kita semua.
…
Aah… Sesekali, saya kira nggak papa yaa, mengajak anak-anak itu keluar dari tenda, minta mereka mandi yang bersih dan wangi, berpakaian yang lebih rapi; kemudian kita traktir mereka makan dengan menu yang lebih istimewa daripada yang biasa mereka makan.
Salam,
PakJe Abu ‘Abd.
Pak Je juga merupakan Ketua Dewan Pengawas Yayasan As Sakinah Yogyakarta (Hidayatullah Jogja).
Hidayatullah Jogja menyelenggarakan pendidikan, yaitu :
Cara Memilih Sekolah Berbasis Tauhid
Tahun ajaran baru segera tiba. Sudahkah ananda didaftarkan di sekolah terbaik? Ya, ukuran terbaik akhirnya pasti kembali pada terbaik menurut Allah. Biasanya kita akan merasa mantap bahwa yang kita pilih memang pilihan terbaik setelah kita melakukan shalat dan doa istikharah.
Boleh jadi setelah membanding-bandingkan kita lalu menemukan sekolah yang menurut kita terbaik, namun belum tentu itu yang terbaik menurut Allah. Lalu bagaimana? Lakukan dua langkah sederhana ini: musyawarah dan istikharah.
✅ Musyawarah berarti menggunakan segala daya upaya manusiawi kita untuk menemukan pilihan terbaik. Termasuk di dalamnya mencari informasi, mengolah, menguji, membandingkan, menyimulasikan, mendiskusikan dengan orang yang bisa diajak berdiskusi, dan sebagainya. Dalam hal ini mungkin kita perlu "kriteria baik" menurut ukuran kita sendiri.
✅ Istikharah artinya menyerahkan segala pilihan pada Allah. Kita minta dipilihkan yang terbaik untuk kita, untuk ananda, untuk agamanya, penghidupannya, akibat dari kesudahannya, untuk masa depan dunia dan akhiratnya, dan seterusnya. Tak lupa kita juga minta pada Allah agar dijauhkan dari yang sebaliknya.
Sekalipun kita sudah mantap dengan satu pilihan, tetaplah melakukan istikharah agar pilihan itu tidak disandarkan pada akal apalagi hawa nafsu kita namun sepenuhnya disandarkan pada Allah.
"Duh Allah, dalem sampun matur. Dalam nyuwun tekdir ingkang sae, gampil, lan mberkahi. Menawi mboten sae miterat ilmu paduka, dalem nyuwun dipun tebihaken saking tekdir menika lajeng paduka paring gantos ingkang langkung sae lan mugi-mugi dalem pikantuk ridha."
Bismillah. Izinkan kami menjadi salah satu pilihan baik itu. Yayasan As Sakinah Yogyakarta yang beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar km 14,5 Balong Donoharjo Ngaglik Sleman menghadirkan pendidikan integral berbasis tauhid melalui sekolah-sekolah berikut ini:
1️⃣ TPA/ KB/ TK Yaa Bunayya 1 & 2
https://www.tkyaabunayya.com/
2️⃣ SD IT Hidayatullah Sleman
https://www.sdithidayatullah.net/
3️⃣ Pesantren (MTs/ MA) Hidayatullah Yogyakarta
https://ibshidayatullah.sch.id/
Apa itu pendidikan integral berbasis tauhid? Secara ringkas, yang dimaksud integral ialah menyeimbangkan aspek rohani, akal, dan jasmani yang dipandang sebagai suatu kesatuan utuh dalam proses pendidikan dan berkehidupan.
Sedangkan berbasis tauhid maksudnya menjadikan Allah subhanahu wata’ala sebagai satu-satunya sumber ilmu, sumber segala sumber. Dia-lah yang memberi ilmu, menetapkan metode berilmu serta memfokuskan arah tujuan pemanfaatan ilmu itu. Asas tauhid merupakan landasan, jiwa, dan sekaligus orientasi pendidikan di sekolah-sekolah Hidayatullah.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Sekolah Hidayatullah di bawah Yayasan As Sakinah Yogyakarta Bapak/ Ibu/ Ananda bisa menghubungi WhatsApp 081214141718 atau silakan mengunjungi website masing-masing sekolah yang tertera di atas.
Semoga ananda dan anak keturunannya terus dipertemukan dengan guru-guru yang mampu membukakan pintu untuk memahami ilmu Allah, hingga bisa mengamalkannya, mengajarkannya, memanfaatkannya, mengembangkannya dan menyebarluaskannya. Insyaallah.
Custom HTML
Banner 2
[Disarankan = 16:9]
Banner 1
[Disarankan = 16:9]
Banner 3
[Disarankan = 16:9]
Video 7 Tips Bahagia
Video High Excellence Spirit
Video The Ramadhan Avengers
Daftar Guru
Daftar Guru Sekolah Kami
.gif)







