Sambut Tahun Ajaran Baru Seluruh Unit Pendidikan Hidayatullah Jogja Adakan Rapat Kerja Guru dan Pegawai
Sebanyak 95 Guru dan Pegawai SD IT Hidayatullah Ikuti Lokakarya Pengelolaan Kelas Islami
Pendidikan Ulama Zuama Al Wafa di Yogyakarta Membuka Penerimaan 24 Santri Baru Setelah Dibuka oleh STIS Balikpapan
Catatan Pak Je Relawan Sahabat Al Aqsha Asal Indonesia: Bumi Syam Kemarin, Hari Ini, dan Nanti
TPA KB Permata Ummi dan TK Yaa Bunayya Gelar Hubbul Quran dan Haflah Akhirussanah
Sekolah Hidayatullah Yogyakarta Sembelih Hewan Qurban
Hidayatullah Yogyakarta Selenggarakan Shalat Idul Adha Senin
Tasyakuran Kelulusan Kelas 6 SD IT Hidayatullah Sleman 2024
Selamat Wisuda Angkatan ke-13 MA Pesantren Hidayatullah Yogyakarta
Santri Hidayatullah Turun Tangan Gotong Royong Pembangunan Bahu Jalan Dusun Balong
Silaturahim Kader Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah Bagian Selatan di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta
Pelatihan Juru Sembelih Halal di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta
SEARCH
TERBARU
KATEGORI
- abdullah munir (1)
- abdullah said (1)
- artikel (14)
- asatidz (3)
- bahasa arab (1)
- banjir aceh (1)
- banjir sumatera (2)
- banjir sumatera barat (1)
- banjir sumatera utara (1)
- berita (41)
- bi'ah lughowiyah (1)
- BMH (1)
- hidayatullahyogyakarta (5)
- kisah inspiratif (1)
- kunjungan (2)
- mahasantri (2)
- mushida (1)
- muslimathidayatullah (1)
- parenting (4)
- pendidikan (1)
- pesantren bahasa arab (1)
- promosi (3)
- santri (3)
- seleksi masuk al-azhar mesir jalur resmi markaz tathwir (1)
- suara hidayatullah (3)
- tkyaabunayya (1)
- update berita banjir 2025 (1)
- ust fauzil adhim (4)
- webinar (2)
Website Resmi Hidayatullah
MTs-MA Hidayatullah
SDIT HIDAYATULLAH
TK Yaa Bunayya Hidayatullah Jogja
Custom HTML
Sambut Tahun Ajaran Baru Seluruh Unit Pendidikan Hidayatullah Jogja Adakan Rapat Kerja Guru dan Pegawai
Reporter: Akh/ Awn
Foto: Trf/ Awn/ Afn
Sebanyak 95 Guru dan Pegawai SD IT Hidayatullah Ikuti Lokakarya Pengelolaan Kelas Islami
Hidayatullahjogja.com | Untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas, SD IT Hidayatullah Sleman mengadakan lokakarya pengelolaan kelas islami pada Senin dan Selasa 8-9 Juli 2024. Acara yang melibatkan seluruh guru dan pegawai itu diadakan di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta. Lokakarya ini diselenggarakan untuk meng-upgrade keterampilan manajerial kelas para guru dan wali kelas SDIT Hidayatullah.
Reporter: Akh/ Afn
Foto: Afn
Pendidikan Ulama Zuama Al Wafa di Yogyakarta Membuka Penerimaan 24 Santri Baru Setelah Dibuka oleh STIS Balikpapan
Ahad (7/7/2024), bertempat di Kampus Al Wafa Yogyakarta Jl. Beringin Raya, Krodan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Balikpapan membuka Ma'had I'dad Lughowi PUZ STIS di Kampus II Yogyakarta.
Hadir dalam kegiatan ini, Ustadz KH Muhammad Syakir Syafi'i, selaku Ketua Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah, Ustadz Abdullah Munir, selaku ketua DPW Hidayatullah DIY – Jateng Bagian Selatan, Bapak H. Abunashor Fauzi selaku pembina Yayasan Al Wafa Yogyakarta, Ustadz Budhi Gunawan dan Ustadz Syamsul Ma'arif selaku pembina dan ketua Yayasan As-Sakinah Yogyakarta, Ustadz Dienul Haq, selaku mudir PUZ STIS Balikpapan, ketua-ketua DPD Hidayatullah se Wilayah Hidayatullah DIY Jateng Bagian Selatan, serta para tamu undangan
PUZ STIS Balikpapan di Al Wafa Yogyakarta ini adalah sebuah pesantren selama 1 tahun, di mana pesantren ini adalah pesantren persiapan untuk masuk ke jenjang selanjutnya, yaitu STIS Balikpapan atau ke universitas-universitas ternama di timur tengah.
Dalam sambutannya, Ustadz Abdullah Munir selaku ketua DPW Hidayatullah DIY-Jateng Bagian Selatan bahwa “Pesantren itu ibarat gunung, yang terlihat indah dari kejauhan oleh orang lain, dan para pengelola pesantren adalah para pendaki yang merasakan betul betapa terjalnya gunung itu.” Kata Ustadz Munir di hadapan puluhan santri PUZ Al Wafa dan para tamu undangan. “DPW Hidayatullah DIY – Jateng Bagian Selatan insyaAllah akan mensupport PUZ Al-Wafa ini.” Pungkas Beliau.
PUZ Al Wafa Yogyakarta tahun pertama ini menerima 24 santri. yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Salah satu syarat masuk menjadi santri yaitu hafal 10 juz Al-Quran.
Catatan Pak Je Relawan Sahabat Al Aqsha Asal Indonesia: Bumi Syam Kemarin, Hari Ini, dan Nanti
![]() |
| Pak Je bersama Sahabat Al Aqsha di Suriah Februari 2012 |
Perjanjian Sykes-Picot yang dirumuskan pada tahun 1915, dideklarasikan pada tahun 1916, dan berlaku efektif mulai tahun 1917, telah memecah Negeri Syam (wilayah khilafah Utsmaniyah) menjadi serpihan-serpihan nation-state.
Sebagai ‘pemenang perang’, Britain leluasa menguasai Yordan, Palestina dan sebagian Irak. Perancis mendapatkan Suriah dan Libanon. Paska Deklarasi Balfour pada tahun 1917 pula, secara mulus Palestina dicaplok Zionis Israhell.
Sejak itu, atribut-atribut nasionalisme menjadi penyekat, bahkan pemisah ummatan wahidah ini. Memasing nation membanggakan negaranya dan cenderung abai bahkan apatis pada urusan ‘dalam negeri’ negara ‘lain’ itu. Musibah!
Waktu pun berjalan tanpa perubahan sejarah yang signifikan. Tak heran jika pada tahun 2024 ini, anak-anak di Syam dan di seluruh penjuru jagat, kebanyakan menyangka bahwa Palestina itu terpisah dengan Suriah. Bahwa Yordan berbeda dari Libanon, Sebagian Turki Tenggara, dan bagian atas Mesir. Padahal, semula mereka satu. Dan memang, sesungguhnya mereka adalah satu: Biladisy Syam.
Tsaurah (revolusi) Suriah pada Maret 2011, menjadi momentum yang membuka mata dunia bahwa Syam adalah satu. Operasi Taufan Al-Aqsha dari Gaza pada bulan Oktober 2023 menghangatkan ulang kesadaran kaum Muslimin, bahwa Syam adalah satu: Satu tanah barokah. Tanah suci. Satu tanah amanah. Tanah para Nabi. Ada Masjidil Aqsha. Ada Baitul Maqdis. Tanah Kehormatan Kaum Muslimin Seluruh Dunia, yang wajib terus dijaga, karena:
إذا فسد أهل الشام فلا خير فيكم
Mari tengok dan sambangi sejenak, serpihan-serpihan itu. Kondisi Gaza terbaru, di wilayah Palestina sungguh sangat mengharu biru. Kita kehabisan kata-kata untuk menggambarkan dinamika di tanah perjuangan ini.
Dahsyatnya peristiwa di Suriah dan Gaza, seharusnya menghentakkan kesadaran kita tentang pentingnya mengupayakan persatuan itu.
…
Mundur sejenak ke 12 tahun lalu; Ketika pada bulan Desember 2011, tim SA (Sahabat Al-Aqsha) masuk Gaza; berlanjut pada bulan Februari 2012, tim SA berkesempatan masuk Suriah dan berinteraksi dengan sebagian kawasan Syam tersebut, situasinya sungguh memprihatinkan.
Deskripsi umumnya adalah: Kota-kota yang remuk; Internal displaced person yang membanjiri border-border; Wajah kusut anak-anak dan emak-emak yang menjadi war victim; Refuges di tenda-tenda yang alakadar; Saat Winter, dinginnya ekstrim. Saat Summer, panasnya menyengat; Di bawah ancaman serangan Rezim zalim. 🥲😭.
![]() |
| Kunjungan Sahabat Al Aqsha di Bumi Syam Desember 2016 |
…
Pada bulan Juni 2024, Tim SA mengantarkan tim KITA (Khidmat Indonesia untuk Tanah Amanat) menuju negeri Syam. KITA ini adalah tim baru, semacam peremajaan SA dengan dukungan anak-anak muda yang lebih bertenaga untuk menginternasional dengan segala modal dan daya dukungnya. Perjuangan harus dilanjutkan!
Dan…
Situasi di negeri Syam dan dinamika mengembalikan kebebasan Baitul Maqdis, relatif belum banyak berubah. Meski begitu, Gaza sebagai ujung tombak perlawanan yang dengan gigih mewakili kehormatan Kaum Muslimin, in syaa Allah menjanjikan harapan.
Bagaimana dengan anak-anak Syam kita? Sudah sama kita tahu dari berbagai sumber, kondisinya masih seperti itu. Di Suriah dan di border-border Turki-Suriah, seakan belum kunjung ketemu format yang pas, untuk mengambil salah satu peran, misalnya: ‘menyelamatkan’ anak-anak itu.
Aah, memang terlalu muluk kalau kita bilang kita bisa menyelamatkan sekian buuuanyak anak-anak itu.
![]() |
| Kunjungan Sahabat Al Aqsha di Bumi Syam Desember 2020 |
Sementara, laju usia kita juga nggak bisa direm. Fisik relawan tua sudah tak setangguh dulu untuk melakukan perjalanan. Di jalan naik, problem di napas. Saat jalan turun, problem di dengkul. Pokoke sebelum kapundhut, mari lakukan saja dengan apa yang kita punya dan kita bisa. Ngelmu, Bondho, Bahu, lek perlu Nyawane pisan…
Yaa Rabb… Ahlusy Syam. Mereka telah bertahan. Kita musti terus sokong dan kuatkan. Allah subhanahu wa ta’ala kelak yang akan memenangkan dan mengembalikan kejayaan mereka. Mereka lah ujung tombak di garis depan kehormatan Islam: Kejayaan dan Kehormatan kita semua.
…
Aah… Sesekali, saya kira nggak papa yaa, mengajak anak-anak itu keluar dari tenda, minta mereka mandi yang bersih dan wangi, berpakaian yang lebih rapi; kemudian kita traktir mereka makan dengan menu yang lebih istimewa daripada yang biasa mereka makan.
Salam,
PakJe Abu ‘Abd.
Pak Je juga merupakan Ketua Dewan Pengawas Yayasan As Sakinah Yogyakarta (Hidayatullah Jogja).
Hidayatullah Jogja menyelenggarakan pendidikan, yaitu :
TPA KB Permata Ummi dan TK Yaa Bunayya Gelar Hubbul Quran dan Haflah Akhirussanah
hidayatullahjogja.com || TPA KB Permata Ummi dan TK Yaa Bunayya mengadakan kegiatan Hubbul Quran ke-4 dan Haflah Akhirussanah ke-28 di Gedung Kahar Muzakir UII Kamis 20 Juni 2024. Hubbul Quran kali ini diikuti 72 peserta dan 8 peserta tahfizh juz 30 dan yang lulus 76 anak, dengan mendatangkan penguji dari Ummi Daerah.
Ketua Panitia Ustadzah Sutiyati, S.Pd.AUD mengatakan, sebelum melalui hubbul quran ini ada proses yang panjang yaitu pramunaqasyah serta Munaqasyah yang dilaksanakan hari Sabtu 25 Mei 2024 dan tidak ada yang remidi serta lulus semua. Saat Munaqasyah yang diujikan yaitu kemampuan membaca jilid, hafalan hadits dan doa harian serta surat pendek.
"Alhamdulillah siswa sangat semangat untuk berlomba menghafal Al Quran seperti saat tilawah ada yang tuntas sampai juz 30," ujarnya.
Dikatakan juga, Hubbul Quran dan Haflah Akhirussanah bukan akhir dari mencari ilmu, akan tetapi awal untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Bahkan di kurikulum terbaru ini, jenjang TK merupakan fase pondasi karena pada fase inilah anak mulai belajar mengenal huruf hijaiyyah, mulai mengenal Rabb-nya dan mulai mengenal bagaimana beribadah kepada penciptanya.
Sementara Kepala TK Yaa Bunayya Sri Hartatik, S.Pd.AUD. menyampaikan selamat kepada para peserta dan wali santri yang mengikuti Hubbul Quran dan Haflah Akhirussanah.
"Al Quran dihafal dan dibaca itu hal yang biasa, tetapi ketika dapat mengamalkan dalam keseharian itu hal yang luar biasa," pesannya.
Sekolah Hidayatullah Yogyakarta Sembelih Hewan Qurban
Penyembelihan hewan qurban ini dibagi menjadi 2 hari, yaitu di hari Raya Idul Adha pada Senin, sebanyak 4 ekor sapi dan 31 ekor kambing, serta penyembelihan hewan qurban di hari tasyrik ke 2, pada Rabu sebanyak 2 ekor sapi dan 11 kambing.
Panitia penyembelihan yang terdiri dari unsur pegawai ini dibagi menjadi 2 tim, sesuai dengan hari yang telah ditentukan. Selanjutnya, daging hewan qurban dibagikan kepada masyarakat sekitar dan juga kepada para pegawai.
Hidayatullah Yogyakarta Selenggarakan Shalat Idul Adha Senin
www.hidayatullahjogja.com || Senin (17/06/2024) Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan Shalat Idul Adha pada hari Senin, yang bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.
Kegiatan yang dihadiri oleh segenap pimpinan, pengasuh, santri, dan warga sekitar pesantren ini berlangsung khidmat. Setelah rangkaian shalat id, dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban di pesantren yang asri karena terletak di persawahan daerah Jogja Utara ini.
Tasyakuran Kelulusan Kelas 6 SD IT Hidayatullah Sleman 2024
Selamat Wisuda Angkatan ke-13 MA Pesantren Hidayatullah Yogyakarta
Santri Hidayatullah Turun Tangan Gotong Royong Pembangunan Bahu Jalan Dusun Balong
Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, sebagai pusat pendidikan dan spiritualitas, sekali lagi menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial dan gotong royong. Pada hari Ahad, tanggal 12 Mei 2024, santri-santri Pesantren Hidayatullah Yogyakarta turun tangan langsung. Kegiatan gotong royong ini sendiri adalah persiapan pengecoran bahu jalan di sepanjang jalan arah pesantren.
Dengan semangat gotong royong yang kental, dari Mudir dan ustadz sampai para santri pun turut serta dalam kegiatan sosial ini. Kegiatan gotong royong sendiri dimulai sejak pukul 7.00 pagi hingga larut malam.
KONTRIBUSI SANTRI: MEMBANGUN KEHARMONISAN DALAM MASYARAKAT
Santri-santri Hidayatullah Jogja tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama. Komitmen Pesantren Hidayatullah Yogyakarta juga terlibat secara aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan dalam gotong royong ini menjadi bukti konkret dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditanamkan di pesantren.
Para santri Pesantren telah menunjukkan komitmen mereka dalam memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat sekitar. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong ini diharapkan juga meningkatkan rasa sosial santri. Dengan semangat yang menggebu, mereka bergotong royong dengan warga Balong untuk mempersiapkan pengecoran bahu jalan. Tidak hanya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai wujud nyata dari nilai-nilai kebersamaan dan kegotong royongan yang diajarkan di pesantren.
MERAJUT KOMUNITAS MELALUI AKSI NYATA
Kegiatan gotong royong warga Balong menjadi momentum penting dalam merajut kebersamaan dan solidaritas antara santri, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dari pagi hingga malam hari, santri-santir bersama-sama bekerja bahu membahu, menciptakan ikatan yang kuat antarwarga.
Partisipasi santri dalam kegiatan gotong royong ini memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Balong. Selain membantu dalam persiapan pengecoran jalan, kehadiran mereka juga memberikan energi positif dan semangat kerja yang tinggi kepada seluruh peserta. Gotong royong tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas fisik, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat solidaritas dalam masyarakat.
SOSIAL SANTRI BERMASYARAKAT: MERASAKAN KEBAHAGIAAN DALAM BERBAGI
Bagi santri, kegiatan gotong royong ini bukan hanya sekadar bekerja fisik, tetapi juga menjadi momen untuk merasakan kebahagiaan dalam berbagi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat. Dengan senyum di wajah dan semangat yang membara, mereka membuktikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan untuk memberi.
Santri Hidayatullah Jogja tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga dilatih untuk menjadi agen perubahan sosial yang positif dalam masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, mereka belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar. Ini adalah langkah nyata dalam membentuk karakter mereka sebagai pemimpin masa depan yang peduli dan bertanggung jawab.
DUKUNGAN DARI PESANTREN HIDAYATULLAH
Dalam kegiatan ini, Pesantren Hidayatullah memberikan dukungan penuh dengan menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kelancaran kegiatan. Dengan bimbingan dan arahan dari para ustaz, santri-santri dibimbing untuk berperan aktif dalam aksi nyata ini.
MENGINSPIRASI GENERASI MUDA
Partisipasi aktif santri dalam kegiatan gotong royong ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat gotong royong, kita dapat menciptakan perubahan positif dalam lingkungan kita.
KONTRIBUSI SANTRI: JEJAK KEBAIKAN YANG ABADI
Melalui kontribusi mereka dalam kegiatan gotong royong warga Balong, santri-santri Hidayatullah Yogyakarta telah meninggalkan jejak kebaikan yang abadi dalam sejarah pesantren dan masyarakat sekitar. Dengan semangat gotong royong yang terus dipelihara, mereka menjadi agen perubahan yang membawa berkah bagi lingkungan mereka.
Gotong royong adalah salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, santri Pesantren Hidayatullah Jogja tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan moral bangsa. Dengan semangat gotong royong yang terus berkobar, kita semua dapat bersama-sama membangun bangsa yang lebih kuat dan berdaya.
Sumber: https://ibshidayatullah.sch.id/kontribusi-nyata-santri-hidayatullah-membangun-jalan-dan-komunitas/
Silaturahim Kader Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah Bagian Selatan di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta
Sekitar 600 orang kader Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan mengikuti silaturahim akbar di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, Jalan Palagan Tentara Pelajar 14,5 Balong Donoharjo Ngaglik Sleman DIY. Acara itu digelar dua hari: Jumat 10 Mei 2024 hingga Sabtu 11 Mei 2024.
Pada puncak acara hadir langsung Ketua Umum DPP Hidayatullah ustadz Dr. Nashirulhaq, Lc., M.A., Ketua Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah ustadz Muhammad Syakir Syafi’i, Ketua DPW Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan ustadz Abdullah Munir beserta jajaran pengurus, Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan ustadz Fathurrahman beserta jajaran dewan murabbi, Ketua Dewan Pembina Yayasan As Sakinah Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta ustadz Budi Gunawan beserta pengurus dan seluruh civitas akademika, kader Hidayatullah dari berbagai unsur organisasi, pengurus 18 DPD se-DIY dan Jawa Tengah bagian selatan, Muslimat Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah, Baitul Maal Hidayatullah, SAR Hidayatullah, Baitul Tamwil Hidayatullah, Lembaga Bantuan Hukum Hidayatullah, Baitul Wakaf Hidayatullah, Islamic Medical Service Hidayatullah, serta para tamu undangan yang memadati halaman sekolah SD IT Hidayatullah Yogyakarta.
“Bahagia dalam Dekapan Ukhuwah, Bersama Membangun Peradaban Islam” dipilih sebagai tema karena dua hal itulah tujuan diselenggarakannya acara, tutur ustadz Abdullah Munir. Insyaallah dengan ukhuwah beban dakwah terasa ringan, lalu peradaban Islam merupakan solusi yang ditawarkan Hidayatullah untuk umat. Guru dan karyawan di lingkungan pendidikan Hidayatullah tidak boleh hanya berhenti sebagai guru. Guru harus memiliki visi dan energi untuk membangun peradaban agar dakwah semakin berkembang dan semakin luas.
Sebelum memimpin doa, ustadz Fathurrahman mengulang pesan untuk kader Hidayatullah agar tak pernah melupakan tiga hal yaitu: Musyawarah, Mujahadah, dan Munajat.
Dalam orasinya selama satu setengah jam ustadz Dr. Nashirul Haq, Lc., M.A. menyampaikan rasa bahagianya bisa bertemu dengan kader-kader Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan. Hidayatullah memiliki sejarah di Yogyakarta karena ustadz Abdullah Said mengajak sahabat-sahabatnya untuk mendirikan Hidayatullah saat mereka sedang belajar di Yogyakarta hingga akhirnya berdirilah pondok pesantren yang ada di Balikpapan.
Kita hadir untuk seluruh alam, kita tidak akan tenang jika tidak menyebarkan dakwah ke siapa saja, termasuk non muslim. Ulama membagi tiga macam umat: umat tho’ah (para aktivis), umat ijabah (kaum muslim), umat dakwah (seluruh manusia). Teman-teman yang masih muda harus berobsesi 50 tahun kedua Hidayatullah mulai memikirkan mancanegara. Dua tahun terakhir Departemen Hubungan Luar Negeri telah mengirim dai-dai muda khususnya ke negara-negara Asean. Meskipun belum berdampak besar, setidaknya sudah mulai dirintis.
Keutaman itu ada pada perintis meski orang yang melanjutkan bisa melakukan lebih baik. Siapa yang merintis satu kebaikan maka baginya pahala dan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala yang melanjutkan dan mengikutinya itu. Jadilah perintis, tidak harus merintis pesantren, merintis apa saja, boleh merintis bagian tertentu dari pesantren. Jaringan rumah quran merupakan dakwah paling mudah karena rata-rata semua kader bisa mengajar Al Quran.
Menurut pak JK Hidayatullah merupakan ormas tercepat jaringannya, selama 25 tahun sudah menusantara. Militansi kader Hidayatullah seperti Kopassus, modalnya tiket dan ransel. Kalau ada pulau kosong tidak ada penghuninya, kasih saja kader Hidayatullah.
“Hidayatullah memang tidak sebesar ormas lain terutama Muhammadiyah dan NU, tapi karena kekuatan jamaah, Hidayatullah diakui kader-kadernya paling militan dan jaringannya paling kuat, bahkan lahan dakwah yang menantang banyak dikerjasamakan dengan Hidayatullah,” terang ustadz Nashirul Haq.
Doktrin ustadz Abdullah Said kepada para santrinya, “Sai saja, kerja keras dan terus berjalan memperluas relasi dan komunikasi, maka pasti air zam-zam itu akan muncul.”
Modal generasi awal ialah keyakinan, “In tanshurullaha yanshurkum wa yutsabbit aqdamakum. Tidak mungkin kita memperjuangkan agama Allah, tidak ditolong oleh Allah.”
Sudah saatnya spirit para kader awal yang merintis dengan penuh keyakinan dan ketaatan, dipadukan dengan ilmu dan managerial skills. Untuk merintis butuh keyakinan, untuk mengembangkan butuh pengelolaan. Selain tarbiyah ruhiyah, tsaqofiyah/ aqliyah dan jasadiyah, juga perlu tarbiyah idariah/ qiyadiyah, Kader hidayatullah harus memiliki tiga kompetensi: Teacher (Mengajar), Leader/ Manager (Memimpin), Entrepreneur (Bisnis).
Selanjutnya tantangan bagi orang yang berjama’ah ialah ukhuwah, yaitu potensi munculnya hasud, solusinya adalah regulasi untuk menegakkan keadilan agar tidak terjadi perbedaan yang menimbulkan hasud. Hindari dzon/ prasangka, tajassus/ mencari kesalahan, ghibah/ membicarakan, tahasus/ mencari isu sensitif.
Upaya-upaya yang diajarkan Nabi untuk menguatkan ukhuwah:
Bersalaman
Wajah berseri di depan saudara
Mengungkapkan cinta
Saling memberi hadiah
Mendoakan secara rahasia
Memberi ucapan selamat
Tidak menunjukkan kesedihan
Menyenangkan hati orang lain
Menyembunyikan aib
Saling menolong
Mendahulukan orang lain walaupun juga dalam keadaan membutuhkan
Dipandu oleh ustadz Muhammad Rifki Saputra yang juga Kepala Madrasah MTs Hidayatullah Yogyakarta sekaligus Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan, puncak acara Silaturahim Kader Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan berlangsung meriah dengan hiburan penampilan seni hadroh oleh santri-santri Pondok Pesantren Cahya Quran Pakem Sleman.
Berikut ini tautan siaran langsung yang bisa ditonton ulang melalui Channel YouTube Posdai Jogja:
Dokumentasi video:
Pelatihan Juru Sembelih Halal di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta
Bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, lebih dari 100 takmir masjid mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal yang diselenggarakan oleh Yayasan As Sakinah Yogyakarta pada Rabu 8 Mei 2024. Sebagian besar peserta berasal dari kabupaten Sleman, namun ada pula peserta yang berasal dari Bantul, Gunungkidul, dan Magelang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ustadz Nanang Hanani, S.Pd.I., M.A. yang merupakan instruktur juru sembelih halal bersertifikat sekaligus pembina Pesantren Tahfidhzul Qur’an Ummul Quro Hidayatullah Karawang.
Selain menyampaikan materi seputar kurban, dasar-dasar dan teknik penyembelihan sesuai syariat, serta trik-trik jitu untuk para juru sembelih halal, ustadz berjuluk Matador alias Master Tarik Dorong itu berpesan mengenai pentingnya menjaga niat dan membersihkan diri dari riya’ dan ‘ujub bagi para juru sembelih halal. Beliau mengutip surat Al Mulk ayat 2, bahwa Allah-lah yang menciptakan kehidupan dan kematian. Termasuk hidup mati hewan kurban, itu bukan karena juru sembelihnya yang jago, bukan karena pisaunya yang mantep, tapi semata atas izin Allah subhanahu wa ta’ala.
Di akhir acara peserta diberikan praktik contoh dua teknik yang biasa digunakan untuk menyembelih hewan kurban yaitu teknik tarik dan teknik dorong. Teknik itu dipraktikkan pada sebuah batang pohon pisang yang diletakkan sebagaimana posisi penyembelihan hewan kurban. Diperlihatkan pula contoh golok khusus untuk menyembelih yang tajamnya mampu menyayat selembar kertas hingga para peserta kembali antusias berkerumun melanjutkan tanya jawab setelah acara ditutup dan dijeda salat Magrib.
Semoga acara ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan daging sembelihan halal bukan hanya saat momentum Idul Adha namun juga dapat memperbanyak juru sembelih halal demi ketersediaan daging yang terjamin kehalalannya di tengah masyarakat sepanjang tahun. (AKH/HNF)
Custom HTML
Banner 2
[Disarankan = 16:9]
Banner 1
[Disarankan = 16:9]
Banner 3
[Disarankan = 16:9]
Video 7 Tips Bahagia
Video High Excellence Spirit
Video The Ramadhan Avengers
Daftar Guru
Daftar Guru Sekolah Kami
.gif)



.png)






.jpeg)













