APA SALAH GURU?
Dari Nyantri Sampai Ke Negeri Para Nabi
PFD "Pandu Festival Day" ke 11 2024 "PEMUDA QUR'ANI PENGUKIR PERADABAN"
Yayasan As-Sakinah STUDI TIRU KE MALANG
Seminar "Mendidik Sesuai Fitrah" bersama Bunda Eti Mutia, S.Psi.,M.Psi.
BMH Yogyakarta Hadirkan Senyum Bagi 31 Mualaf Lereng Gunug Merapi
Muslimat Hidayatullah Sleman Gelar Jalan Sehat Meriahkan HUT RI ke-79
Sekolah Hidayatullah Jogja Membuka Waiting List Murid Tahun Ajaran 2025/ 2026
Mahasiswa PUZ STIS Balikpapan berkunjung di Hidayatullah Yogyakarta
Grand Syaikh Al Azhar Ingin Menjadi Guru Ngaji TPQ Setelah Pensiun
Pesantren Hidayatullah Yogyakarta Tingkatkan Kualitas Manajemen Kelas Melalui "Upgrading Guru"
Membangun Sinergi Orang Tua dan Sekolah Melalui Kegiatan Orientasi Wali Murid Baru di Sekolah Hidayatullah Yogyakarta
Sambut Tahun Ajaran Baru Seluruh Unit Pendidikan Hidayatullah Jogja Adakan Rapat Kerja Guru dan Pegawai
Sebanyak 95 Guru dan Pegawai SD IT Hidayatullah Ikuti Lokakarya Pengelolaan Kelas Islami
Pendidikan Ulama Zuama Al Wafa di Yogyakarta Membuka Penerimaan 24 Santri Baru Setelah Dibuka oleh STIS Balikpapan
SEARCH
TERBARU
KATEGORI
- abdullah munir (1)
- abdullah said (1)
- artikel (14)
- asatidz (3)
- bahasa arab (1)
- banjir aceh (1)
- banjir sumatera (2)
- banjir sumatera barat (1)
- banjir sumatera utara (1)
- berita (41)
- bi'ah lughowiyah (1)
- BMH (1)
- hidayatullahyogyakarta (5)
- kisah inspiratif (1)
- kunjungan (2)
- mahasantri (2)
- mushida (1)
- muslimathidayatullah (1)
- parenting (4)
- pendidikan (1)
- pesantren bahasa arab (1)
- promosi (3)
- santri (3)
- seleksi masuk al-azhar mesir jalur resmi markaz tathwir (1)
- suara hidayatullah (3)
- tkyaabunayya (1)
- update berita banjir 2025 (1)
- ust fauzil adhim (4)
- webinar (2)
Website Resmi Hidayatullah
MTs-MA Hidayatullah
SDIT HIDAYATULLAH
TK Yaa Bunayya Hidayatullah Jogja
Custom HTML
APA SALAH GURU?
Pendidikan Saat Ini: Tantangan Anak SMP dan SMA dalam Menjawab Pertanyaan Dasar
Baru-baru ini, media sosial ramai memperbincangkan fenomena tentang anak-anak SMP dan SMA yang tidak mampu menjawab pertanyaan sederhana dari guru tentang perkalian. Video-video yang memperlihatkan siswa kesulitan menjawab soal perkalian sederhana menjadi viral dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Kasus ini memicu keprihatinan tentang kualitas pendidikan saat ini dan mendorong banyak pihak untuk merefleksikan kembali sistem pendidikan di Indonesia.
1. Fenomena yang Memprihatinkan
Video yang viral tersebut memperlihatkan beberapa siswa SMP dan SMA mengalami kesulitan menjawab soal perkalian yang seharusnya sudah dikuasai sejak pendidikan dasar. Sebagian dari mereka tampak kebingungan atau membutuhkan waktu lama untuk memberikan jawaban yang benar. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: bagaimana bisa pelajar di jenjang pendidikan menengah masih kesulitan dengan kemampuan dasar seperti perkalian?
2. Akar Permasalahan dalam Pendidikan
Kasus seperti ini menjadi cerminan dari beberapa masalah mendasar dalam sistem pendidikan saat ini, di antaranya:
- Kurangnya Pemahaman Konsep Dasar: Banyak siswa cenderung menghafal tanpa memahami konsep di balik pelajaran. Ini berdampak pada kemampuan mereka dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.
- Fokus pada Nilai daripada Pemahaman: Sistem pendidikan yang terlalu fokus pada nilai membuat siswa mengejar angka ketimbang pemahaman materi. Mereka belajar hanya untuk lulus ujian tanpa memprioritaskan pemahaman mendalam.
- Kurangnya Dukungan dari Lingkungan: Tidak semua siswa memiliki dukungan penuh dari orang tua atau lingkungan sekitar untuk belajar. Faktor ini dapat menghambat perkembangan mereka, terutama pada jenjang dasar.
3. Dampak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Pandemi COVID-19 turut mempengaruhi kualitas pendidikan. Dalam dua tahun terakhir, siswa mengalami Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan secara daring. Hal ini menimbulkan beberapa tantangan, seperti:
- Keterbatasan Akses Teknologi: Tidak semua siswa memiliki fasilitas belajar yang memadai di rumah, seperti gawai atau akses internet yang stabil.
- Minimnya Interaksi dengan Guru: Tanpa tatap muka langsung, banyak siswa yang kurang mendapat pengawasan dan bimbingan yang optimal dari guru. Kondisi ini mempengaruhi perkembangan kognitif dan keterampilan dasar mereka.
4. Upaya yang Bisa Dilakukan
Berbagai pihak telah menyadari adanya kekurangan dalam sistem pendidikan yang ada saat ini, dan beberapa langkah solusi sedang diupayakan:
- Peningkatan Kualitas Pengajaran Konsep Dasar: Pengajaran matematika dan keterampilan dasar perlu lebih difokuskan pada pemahaman konsep ketimbang hafalan semata.
- Pelatihan untuk Guru: Guru perlu mendapatkan pelatihan berkala agar dapat mengadaptasi metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa zaman sekarang.
- Keterlibatan Orang Tua: Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga. Peran orang tua penting dalam membimbing anak di rumah.
5. Kesimpulan
Fenomena siswa yang mengalami kesulitan dalam soal-soal sederhana seperti perkalian mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya soal memberikan materi, tetapi juga memastikan setiap siswa benar-benar memahami konsep dasar yang diajarkan. Untuk menciptakan generasi yang cerdas dan kompeten, seluruh pihak – mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua – perlu bersinergi memperbaiki sistem pendidikan dan mendukung perkembangan belajar anak-anak di Indonesia.
Maka dari itu kami Pondok Hidayatullah sangat memperhatikan pendidikan untuk para santri, dengan meberikan vasilitas yang memadai untuk medukung pembelajaran para santri, bahkan kami Pondok Hidayatullah sangat selektif dalam mencari ustadz yang akan mengajr dalam pondok.
Pondok Hidayatullah adalah salah satu pilihan terbaik dalam mencari lembaga pendidikan yang berkopeten.
Dari Nyantri Sampai Ke Negeri Para Nabi
Alhamdulillah Telah Terlaksana
Agenda Webinar Pesantren "Dari Nyantri Sampai Ke Negeri Para Nabi"
Pada :
Hari: Senin 21 Oktober 2024
Pukul: 20.00 WIB Sd Selesai
Narasumber: Ustadz Auda Dhiyauddin Zaki, Lc. (Alumni MA
Hidayatullah Yogyakarta).
Ustadz Jundi
Iskandar, Lc (Ustadz Besar Pondok
Pesantren Hidayatullah).
Dengan metode Zoom dan siaran
langsung di chanel Youtube Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, sekitar 100
peserta mengikuti webinar tersebut. Dengan didampingi oleh Ustadz Besar Pondok
Pesantren Hidayatullah Jundi Iskandar, Lc. Beliau juga menyampaikan beberapa
materi yang cukup menarik
Berikut adalah beberapa rangkuman
Webinar Pesantren "Dari Nyantri Sampai Ke Negeri Para Nabi" yang
disampaikan oleh Ustadz Jundi Iskandar, Lc
dan Ustadz Auda Dhiyauddin Zaki, Lc.
Doa Orang Tua: Diskusi tentang
pentingnya doa orang tua dalam membentuk karakter dan keberkahan dalam
kehidupan. Ditekankan bahwa doa mereka merupakan senjata ampuh bagi anak dalam
menghadapi berbagai tantangan.
- Ayat: Surah Al-Isra (17:23-24) menyatakan
betapa pentingnya menghormati dan mendoakan orang tua. Surah Al-Isra
(17:23-24) dan Surah Luqman (31:14).
- Rangkuman: Doa orang tua merupakan sumber
berkah yang mendukung anak dalam berbagai aspek kehidupan. Doa orang tua
adalah sumber keberkahan dan perlindungan. Dalam Al-Qur'an, Allah
memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua, dan doa mereka
sangat berpengaruh dalam kehidupan kita.
Bahasa Arab: Penjelasan
mengenai keutamaan mempelajari bahasa Arab, terutama dalam memahami Al-Qur'an
dan sumber-sumber Islam lainnya. Ditekankan pula cara belajar yang efektif dan
pentingnya konsistensi.
- Ayat: Surah Al-Rum (30:22) yang menunjukkan
keberagaman bahasa sebagai tanda kebesaran Allah. Surah Al-Rum (30:22) dan
Surah Al-Baqarah (2:164).
- Rangkuman: Mempelajari bahasa Arab sangat
penting untuk memahami Al-Qur'an dan ajaran Islam dengan lebih baik. Bahasa
Arab bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk memahami kitab
suci dan ajaran Islam. Dalam konteks keberagaman, bahasa Arab merupakan
anugerah yang memudahkan kita memahami wahyu Allah.
Hafalan Al-Qur'an: Tips dan teknik untuk menghafal Al-Qur'an,
termasuk strategi pembagian waktu dan metode mengulang. Diskusi tentang manfaat
menghafal, baik dari segi spiritual maupun akademis.
- Ayat: Surah Al-Qiyamah (75:17-18) menyatakan
bahwa Allah berjanji akan memudahkan penghafalan Al-Qur'an. Surah
Al-Qiyamah (75:17-18) dan Surah Al-Baqarah (2:121).
- Rangkuman: Menghafal Al-Qur'an adalah usaha
yang penuh berkah, dan dengan niat yang tulus, Allah akan memudahkan
prosesnya. Menghafal Al-Qur'an merupakan amalan mulia. Allah menjanjikan
kemudahan bagi mereka yang berusaha, dan memahami Al-Qur'an dengan baik
adalah kunci untuk menjalani hidup sesuai petunjuk-Nya.
Kemandirian/Manajemen
Diri/Mujahadah: Pembahasan tentang pentingnya manajemen diri dan disiplin
dalam mencapai tujuan. Mujahadah (usaha keras) dijelaskan sebagai bagian
integral dari pencapaian keberhasilan, termasuk dalam hal belajar dan
pengembangan diri.
- Ayat: Surah Al-Ankabut (29:69) yang
menjelaskan bahwa Allah akan menunjukkan jalan kepada orang-orang yang
berusaha dan bersungguh-sungguh. Surah Al-Ankabut (29:69) dan Surah
Al-Imran (3:200).
- Rangkuman: Kemandirian dan manajemen diri
adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dalam belajar dan kehidupan,
dengan usaha yang sungguh-sungguh. Kemandirian dan disiplin diri sangat
penting untuk mencapai tujuan. Allah mengajak kita untuk berjuang dengan
sabar dan tetap di jalan-Nya, menunjukkan bahwa usaha yang sungguh-sungguh
akan berbuah hasil.
Lingkungan yang Baik:
Penekanan pada pengaruh lingkungan terhadap perkembangan pribadi. Diingatkan
untuk memilih teman, santri senior, dan komunitas positif di lingkungan kuliah
yang dapat mendukung pertumbuhan spiritual dan akademis.
- Ayat: Surah Al-Kahf (18:28) yang menekankan
pentingnya bergaul dengan orang-orang yang baik. Surah Al-Kahf (18:28) dan
Surah Al-Mumtahanah (60:8).
- Rangkuman: Memilih lingkungan yang positif
dan mendukung, seperti teman, santri senior, dan komunitas yang baik,
sangat berpengaruh terhadap perkembangan diri. Lingkungan yang baik sangat
memengaruhi kepribadian dan spiritual kita. Al-Qur'an mendorong kita untuk
bergaul dengan orang-orang yang baik dan menjalin persahabatan dengan
mereka yang mendukung kebaikan.
Begitu banyak materi yang
disampaikan oleh beliau beliau. Tentunya semua materi tersebut telah tercerminkan
dalam kehidupan sehari hari oleh para santri di pondok. Yang menghormati orang yang
lebih tua, belajar ilmu agama dengan sungguh sungguh, yang membuat para santri
memiliki kemandirian dalam menjalankan hidup walaupun di lingkungan yang baru mereka
kenal.
Maka tak salah untuk para peserta
jika memilih Pondok Pesantren Hidayatullah sebagai salah satu pondok terbaik
dijogja, dan menjadi tujuan untuk memasukan anak anak mereka dalam Pondok Pesantren
Hidayatullah.
Dengan nuansa perdesaan, lingkungan
yang begitu baik,warga sekitar yang begitu ramah membuat Pondok Pesantren Hidayatullah
menjadi pondok yang terpecaya.
Pondok Pesantren Hidayatullah
bekerja sama dengan universitas universitas luar negeri agar bisa menyalurkan
para santri dalam menimba ilmu. Salah satu contohnya adalah Ustadz Auda
Dhiyauddin Zaki, Lc yang mendapat kesempata untuk melanjutkan pendidikannya di negeri para nabi.
Segera daftarkan putra putri ayah
bunda untuk menjadi salah satu santri di Pondok Pesantren Hidayatullah. Bisa dengan
datang langsung ke pondok yang beralamatkan di Jl. Palagan Tentara Pelajar Km.14,5,
Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY 55581.
Atau melalui kontak person: 0812-1414-1718
PFD "Pandu Festival Day" ke 11 2024 "PEMUDA QUR'ANI PENGUKIR PERADABAN"
Sabtu. 19 Oktober 2024 telah terlaksana kegiatan tahunan santri
Pondok Hidayatullah Jogyakarta.
PFD (Pandu Festival Day). Apa itu (Pandu Festival Day)?
Pandu Festival Day adalah acara yang diadakan untuk
menampilkan bakat dan kreativitas para santri di pesantren. Kegiatan ini
biasanya mencakup berbagai pertunjukan, seperti bela diri, , teater, puisi dll.
Tujuan utama dari Pandu Festival Day adalah untuk memberikan wadah bagi santri
untuk mengekspresikan diri, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempererat
ukhuwah antar santri.
Selama persiapan, santri dilibatkan dalam berbagai aspek,
mulai dari latihan hingga penataan panggung. Acara ini juga sering kali
dihadiri oleh orang tua, guru, dan masyarakat sekitar, yang menjadikannya
sebagai momen spesial untuk menunjukkan hasil pembelajaran dan pelatihan yang
telah dilakukan.
Pandu Festival Day tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi
juga mengajarkan nilai-nilai kerja sama, disiplin, dan keberanian untuk tampil
di depan umum. Dengan adanya kegiatan ini, santri dapat merasakan pengalaman
berharga yang mendukung perkembangan pribadi dan sosial mereka.
Tentu! Berikut adalah rangkuman yang lebih mendalam tentang
kegiatan Pandu Festival Day:
·
Rangkuman Kegiatan Pandu Festival Day
Pandu Festival Day merupakan salah satu acara penting yang
diadakan di pondok pesantren Hidayatullah Jogyakarta untuk menampilkan berbagai
bakat dan kreativitas santri. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan 1 tahun sekali,
dan melibatkan seluruh santri dari berbagai tingkatan.
·
Persiapan Acara
Pemilihan Penampilan: Sebelum acara, santri akan melakukan
audisi untuk memilih penampilan terbaik. Ini dapat mencakup tari tradisional,
lagu, orasi, drama, dan puisi.
Latihan: Santri dibagi menjadi kelompok sesuai dengan jenis
penampilan yang mereka pilih. Latihan dilakukan secara intensif di bawah
bimbingan ustadz pengasuh dan senior.
Penataan Panggung: Santri juga dilibatkan dalam penataan
panggung dan dekorasi, sehingga mereka belajar tentang aspek teknis dari
penyelenggaraan acara.
·
Pertunjukan
Variasi Penampilan: Pandu
Festival Day biasanya menampilkan
beragam penampilan santri seperti tausiyah oleh santri, hafalan Alquran, Bela
diri, drama, dan pembacaan puisi. Ini memberikan kesempatan bagi setiap santri
untuk menunjukkan keahlian mereka.
·
Keterlibatan Masyarakat
Undangan:Acara ini biasanya dihadiri oleh orang tua santri,
alumni, dan masyarakat sekitar. Undangan ini bertujuan untuk mempererat
hubungan antara pesantren dan komunitas.
Dukungan Emosional:Kehadiran orang-orang terdekat memberikan
dukungan emosional bagi santri yang tampil, sehingga mereka merasa lebih
percaya diri.
·
Nilai dan Manfaat
Pengembangan Diri:Pentas seni memberikan pengalaman berharga
bagi santri untuk mengembangkan bakat, keterampilan, dan rasa percaya diri.
Kerja Sama dan Disiplin:Proses persiapan dan pelaksanaan
acara mengajarkan santri tentang pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan
disiplin dalam kelompok.
Ukhuwah:Kegiatan ini juga berfungsi untuk memperkuat ukhuwah
antar santri, mempererat tali persaudaraan, dan membangun kenangan indah
bersama.
·
Penutup
Refleksi: Setelah acara, biasanya dilakukan refleksi untuk
mengevaluasi keseluruhan proses, baik dari segi penampilan maupun manajemen
acara.
Penghargaan: Santri yang berprestasi dalam Pandu Festival
Day sering kali mendapatkan penghargaan
atau sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas usaha mereka.
Melalui Pandu Festival Day , santri tidak hanya menampilkan bakat mereka,
tetapi juga belajar nilai-nilai penting dalam kehidupan. Kegiatan ini menjadi
ajang yang menyenangkan sekaligus mendidik, memperkaya pengalaman dan wawasan para
santri.
Yayasan As-Sakinah STUDI TIRU KE MALANG
Alhamdulillah 29-30 Rabi'ul Awal 1446 H / 3-4 Oktober 2024 M, rombongan dari Yayasan As Sakinah Pondok Pesantren Hidayatullah berangkat ke Malang untuk melakukan Studi Tiru.
Sekitar 30 ustadz dan ustadzah berangkat pada hari kamis, 3 Oktober 2024 menggunakan alat transportasi bis. sekitar 9 jam perjalanan para rombongan Yayasan As Sakinah telah sampai di Ar Rahmah Internasional Islamic School Malang. Rombongan As Sakinah bermalam di sana dan melanjutkan kegiatan di pagi harinya.
- Untuk rombongan dari Pondok Hidayatullah melakukan kunjungan ke Pondok Ar Rahmah Internasional Islamic School.
- Rombongan SD IT Hidayatullah melakukan kunjungan ke MI Negeri Malang.
- Rombongan dari TPA KB Permata Ummi dan TK Yaa Bunayya menuju BA Restu dan KB - RA Ar Rahmah.
Seminar "Mendidik Sesuai Fitrah" bersama Bunda Eti Mutia, S.Psi.,M.Psi.
Sabtu, 28 September 2024 bertempat di gedung serbaguna
Pondok Hidayatullah, Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY telah
terselenggara seminar parenting bersama Bunda Eti Mutia, S.Psi.,M.Psi. dengan
tema "Mendidik Sesuai Fitrah".
Berkat kerja keras Komite TPA KB Permata Ummi dan TK Yaa
Bunayya alhamdulillah seminar ini berjalan dengan lancar tanpa ada kedal
satupun. Lebih dari 200 peserta seminar yang mayoritas ayah bunda dari kalangan
umum, wali murid TPA KB Permata Ummi dan TK Yaa Bunayya dan SD IT Hidayatullah
mengikuti seminar ini.
sekitar 1 jam narasumber menyampaikan materi kepada para
audien seminar. terlihat peserta seminar sangat menikmati materi demi materi
yang disampaikan oleh nara sumber.
setelah selesai penyampaian materi yang dilakukan oleh nara
sumber. berlanjut dengan sesi tanya jawab oleh audien. terkumpul lebih dari 10
pertanyaan yang dilontarkan oleh audien kepada narasumber.
Begitu kompetennya bunda Eti Mutia dalam menjawab semua
pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta seminar terlihat dengan terjawab
semua pertanyaan dari peserta seminar.
sekitar jam 11.30 acara seminar selesai. dilanjut dengan
para peserta menikmati Bazar yang diadakan oleh Komite TPA KB Permata Ummi dan
TK Yaa Bunayya dan Mushida Sleman. dalam Bazar tersebut terdapat berbagai aneka
jajan yang diproduksi oleh para ustadzah dan warga sekitar.
terdapat bebagai makanan dan pakaian yang dijual dibazar
tersebut.
BMH Yogyakarta Hadirkan Senyum Bagi 31 Mualaf Lereng Gunug Merapi
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal
Hidayatullah (BMH) perwakilan Yogyakarta melaksanakan kegiatan sosial dengan
menyalurkan bantuan kepada 31 keluarga mualaf yang berada di lereng gunung
Merapi, pada Kamis (26/09). Kegiatan diawali dengan pengajian Maulid Nabi yang
disampaikan oleh Ustadz H. Amir Fauzi, dan dilanjutkan pembagian paket sembako
dan perlengkapan ibadah.
Acara dilaksanakan di masjid Al-Madinah, kompleks kantor
Kecamatan Cangkringan dihadiri oleh Camat kecamatan Cangkringan, Kapolsek,
Danramil, Ketua Dewan Masjid Indoneaia dan beberapa tamu undangan.
Hujan yang mengguyur wilayah Yogyakarta bagian utara tidak
menyurutkan para peserta untuk menghadiri pengajian Maulud Nabi, pembinaan dan
pembagian sembako tersebut. Senyum bahagia terpancar dari mereka ketika pulang
ke rumah masing-masing walau dengan menerabas hujan.
Dalam sambutannya, Djaka Sumarsono, Camat Kecamatan
Cangkringan mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi program yang dijalankan oleh
BMH Yogyakarta.
“Saya sampaikan terima kasih kepada BMH Yogyakarta yang
telah mengadakan kegiatan mulia, hadir di sini untuk memberikan perhatian dan
dukungan kepada para mualaf yang ada di kecamatan Cangkringan. Harapan kami,
semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti pada saat ini saja, tapi bisa
berlanjut dikesempatan berikutnya,” harapnya.
Di tempat yang sama, Widodo Saputro, sebagai penyuluh dari
Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang melakukan pendampingan
rutin kepada para mualaf yang berada di lereng Gunung Merapi merasa bersyukur
dan bahagia atas terselenggaranya kegitan tersebut.
“Saya merasa bersyukur atas berjalannya kegiatan pada hari
ini. Ini bisa menjadi daya dukung kami dalam melakukan amanah pembinaan yang
diberikan oleh negara kepada para mualaf yang berada di lereng Merapi,
khususnya diwilayah Cangkringan ini,” ungkap Widodo.
Sementara itu, Syai’in Kodir, selaku kepala divisi program
BMH Yogyakarta mengatakan, dalam melakukan kegiatan pihaknya tidak berjalan
sendiri, melainkan bekerja sama dengan berbagai pihak sehingga program bisa
berjalan dengan lancar.
“Kegiatan ini menjadi rangkaian dari program yang dijalankan
oleh BMH secara nasional. Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung
kegiatan ini, seperti Kementrian Agama RI dan juga kepada YBM BRILiaN,”
katanya.
Repoter : BMH Yogyakarta
Foto : BMH Yogyakarta
Muslimat Hidayatullah Sleman Gelar Jalan Sehat Meriahkan HUT RI ke-79
hidayatullahjogja.com | Sabtu 10 Agustus 2024 PD Muslimat Hidayatullah Sleman menggelar "Gebyar Jalan Sehat" untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-79. Ratusan peserta berjalan mengelilingi Jalan Sakinah, Jalan Palagan Tentara Pelajar lalu kembali lagi ke kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.
Acara dimulai sekitar jam tujuh pagi di gerbang masuk kampus. Peserta yang tak hanya terdiri dari ibu-ibu tapi juga anak-anak dan bapak-bapak serta mas-mas dan mbak-mbak diberangkatkan oleh pengurus PD Mushida Sleman untuk menempuh perjalanan sekitar dua setengah kilometer di sekitar padukuhan Balong Donoharjo Ngaglik Sleman.
Di sepanjang jalan peserta dikawal oleh ambulans BMH. Baitul Maal Hidayatullah Yogyakarta menyediakan ambulans 24 jam yang siap melayani masyarakat, salah satunya dalam kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh PD Mushida Sleman ini. Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ambulans BMH baik untuk pengawalan jalan sehat maupun pengangkutan pasien dari atau ke rumah sakit bisa menghubungi call center ambulans BMH 0858-7717-7162.
Sesampai garis finish panitia sudah menyiapkan minuman hangat dan kudapan untuk para peserta. Acara berlanjut di halaman SD IT Hidayatullah Sleman dengan pembagian doorpize dan hiburan nasyid dari santri MTs/ MA Hidayatullah Yogyakarta. Semoga peringatan kemerdekaan ini bisa menumbuhkan semangat untuk berkarya mengisi kemerdekaan. Dirgahayu Indonesiaku!
Foto: Azm
Sekolah Hidayatullah Jogja Membuka Waiting List Murid Tahun Ajaran 2025/ 2026
📝 TELAH DIBUKA WAITING LIST
SEKOLAH HIDAYATULLAH YOGYAKARTA
PPDB 2025/2026
Dapatkan manfaat PALING BESAR dari semua gelombang pendaftaran di Sekolah Hidayatullah Jogja (TPA/ KB/ TK/ SDIT/ MTs/ MA) dengan bergabung dalam Waiting List:
- Tanpa biaya
- Bisa keluar dari waiting list kapan saja
📲 Gabung Waiting List segera!
http://ibshidayatullah.sch.id/pendaftaraninden
🎁 BONUS WAITING LIST
✅ Bebas biaya pendaftaran (senilai hingga Rp 300.000)
✅ Potongan biaya masuk/ pengembangan (senilai hingga Rp 2.000.000)
✅ Gratis SEKOLAH CALON WALI - Webinar sebulan sekali selama 10 bulan (senilai Rp 1.000.000)
✅ Gratis online course aneka topik bersama asatidz POSDAI (senilai Rp 750.000)
✅ Gratis e-book "Seri Panduan Orang Tua" (senilai Rp 150.000)
✅ Voucher pendaftaran untuk 2 orang di kelas-kelas tahsin Rumah Quran Hidayatullah (senilai Rp 100.000)
✅ Peluang menjadi Member Sakinah Mart - belanja harga reseller (senilai Rp 200.000)
✅ Gratis Seminar Kewirausahaan bersama Sakinah Mart (Senilai Rp 100.000)
✅ Layanan AMBULANS 24 Jam
📆 GELOMBANG PPDB 2025/ 2026
SEKOLAH HIDAYATULLAH YOGYAKARTA
- Waiting List sampai 31 Agustus 2024
- Gelombang Khusus 1 September 2024 sd 20 November 2024
- Gelombang Awal 8 Desember 2024 sd 20 Februari 2025
- Gelombang Reguler 8 Maret 2025 sd 20 Mei 2025
📲 Isikan data ringkas ananda beserta sekolah yang dituju melalui formulir berikut ini:
http://ibshidayatullah.sch.id/pendaftaraninden
Murid Waiting List insyaallah akan mendapatkan informasi lebih awal saat gelombang pendaftaran murid baru resmi dibuka (Gelombang Khusus).
Informasi:
www.hidayatullahjogja.com
0812-1414-1718
📍 PESANTREN HIDAYATULLAH YOGYAKARTA
Jalan Palagan Tentara Pelajar km 14,5 Balong Donoharjo Ngaglik Sleman
- TPA/ KB Permata Ummi
- TK Yaa Bunayya
- SD IT Hidayatullah
- MTs Putra
- MA Putra
- KB/ TK Yaa Bunayya 2 (Sambirejo Selomartani Kalasan Sleman)
- MTs Putri (Gerangan Sriwedari Muntilan Magelang
- MA Tahfizh Putri (Tegalsari Jambewangi Secang Magelang)
Mahasiswa PUZ STIS Balikpapan berkunjung di Hidayatullah Yogyakarta
Sabtu (27/07/2024), sebanyak 11 mahasantri PUZ STIS Balikpapan berkunjung ke Hidayatullah Yogyakarta. Kunjungan di Yogyakarta ini dalam rangka lawatan para mahasantri di pulau Jawa, yang sebelumnya sudah berkunjung di Jawa Timur.
Dalam kesempatan ini, para mahasantri disambut oleh ketua DPW Hidayatullah Yogyakarta Ustadz Abdullah Munir, Ketua Dewan Pengawas Yayasan As-Sakinah Yogyakarta Ustadz Janto, ketua yayasan As Sakinah Yogyakarta Ustadz Syamsul Ma'arif, Mudir Ma'had Hidayatullah Yogyakarta Ustadz Jundi Iskandar, Kepala MTs-MA Hidayatullah Yogyakarta Ustadz Muhammad Rifki Saputra, dan pengurus yayasan lainnya.
Dalam sambutannya, Ustadz Munir menyampaikan beberapa hal, di antaranya: "Kita harus totalitas, memberikan seluruh hidupnya untuk apa yang dia kerjakan. Jika tidak totalitas kita akan dilindas" Kata Abdullah Munir.
"Kalian jangan ragu-ragu, hidup kalian di dakwah." Lanjut Beliau. "Modal antum sudah sangat banyak, ilmu bahasa arab, ilmu syariat, dan lainnya."
Kedua, Hidayatullah sangat menghargai perintis. "Keutamaan itu milik para perintis, walaupun penerus bisa jadi lebih bagus."
Ketiga, "pahami risiko. Risiko para perintis itu harus berani banting tulang." Begitu yang disampaikan oleh ketua DPW Hidayatullah DIY Jateng Bagian Selatan ini.
Kunjungan mahasantri PUZ STIS Balikpapan ini dalam rangka pembekalan para mahasantri yang akan ditugaskan di daerah. Di antaranya suka duka perintisan, bagaimana membangun manajemen yayasan, dan membangun sekolah unggul.
.jpeg)
Ustadz Syamsul Ma'arif menyampaikan beberapa hal tentang pahit manisnya perintisan Hidayatullah Yogyakarta dari awal hingga saat ini.
Ustadz Janto, anggota Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah DIY Jateng Bagian Selatan juga memberikan motivasi kepada adik-adik mahasantri PUZ STIS Balikpapan ini, "Kalau kita cinta kepada Allah SWT pasti kita cinta kepada Rasulullah Saw dengan cara menapaktilasi jejak Rasulullah Saw." Kata Beliau.
Pak Je menyampaikan beberapa hal terkait penguatan ruhiyah, misalnya dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Gerakan Pandu Hidayatullah, 6 jatidiri Hidayatullah, gerakan nawafil Hidayatullah, dan pengalaman beliau berkeliling di bumi para nabi.
"Kita mesti melakukan sinergi dari berbagai unsur organisasi atau masyarakat agar bisa mengentaskan berbagai masalah di suatu daerah." Lanjut Pak Je.
Kunjungan mahasantri PUZ STIS Balikpapan di Hidayatullah Yogyakarta ini diakhiri dengan diskusi dan ramah tamah.
Penulis: Thorif
Grand Syaikh Al Azhar Ingin Menjadi Guru Ngaji TPQ Setelah Pensiun
Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmed al-Thayyib, berbicara kepada para hadirin di Baitul Quran, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, terkait cita-citanya selepas pensiun.
Hal tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para ulama dan tokoh-tokoh agama pada Selasa, 3 Muharram 1446 (9/7/2024).
Di balik kemegahan dan posisinya yang tinggi, Syekh Ahmed al-Thayyib mengemukakan dengan dalam mengenai cita-citanya yang begitu sederhana namun sangat mulia: menjadi guru ngaji Al-Quran di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ).
Di hadapan para audiens, Syekh Ahmad Thayyib mengungkapkan, “Aku siap untuk meninggalkan jabatan kursi grand syekh untuk menjadi guru ngaji, semoga Allah mewujudkan cita-citaku sebelum ajal menjemputku.”
Ungkapan ini menunjukkan kerendahan hati dan dedikasi Syekh Ahmed al-Thayyib terhadap pendidikan agama, khususnya dalam membina generasi muda.
Cita-cita Syekh Ahmad Thayyib untuk kembali ke akar dan mengajar Al-Quran merupakan teladan bagi pemimpin agama dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.
Syekh Ahmad Al-Tayyib dikenal sebagai seorang pemimpin berpengaruh dalam dunia Isla. Ia telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap pendidikan agama dan moderasi. Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi simbol kebijaksanaan dan pengajaran yang moderat, memimpin Al-Azhar dengan integritas dan visi yang jelas.
Al-Azhar, di bawah kepemimpinan Syekh Ahmad Al-Tayyib, telah menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan Islam. Institusi ini dikenal tidak hanya karena pengajaran Al-Quran dan Hadis, tetapi juga karena promosi dialog antaragama dan moderasi dalam praktik keagamaan.
Dalam banyak kesempatan, Syekh Ahmad Al-Tayyib selalu menekankan pentingnya moderasi atau wasathiyyah dalam pendidikan Islam. Menurutnya, moderasi adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. Ini juga menjadi dasar bagi pendidikan di Al-Azhar, yang bertujuan untuk menghasilkan ulama yang tidak hanya berpengetahuan luas dalam ilmu agama tetapi juga bijaksana dalam menghadapi tantangan zaman.
Kunjungan Syekh Ahmad Al-Tayyib ke Indonesia merupakan momen bersejarah yang memperkuat hubungan antara Al-Azhar dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Syekh Al-Tayyib tidak hanya bertemu dengan para pemimpin agama dan tokoh pimpinan ormas Islam tetapi juga dengan pemimpin negara, menunjukkan betapa pentingnya hubungan bilateral antara kedua negara dalam memajukan pendidikan Islam.
Keinginan Syekh Ahmad Al-Tayyib untuk menjadi guru ngaji setelah pensiun adalah manifestasi dari dedikasinya terhadap pendidikan Al-Quran. Ia ingin kembali ke akar, mengajarkan Al-Quran kepada generasi muda dan memastikan bahwa nilai-nilai Islam terus ditanamkan dengan benar dan bijaksana.
Keinginan Syekh Ahmad Al-Tayyib untuk menjadi guru ngaji setelah pensiun menunjukkan bahwa tidak ada posisi atau jabatan yang lebih mulia daripada mengajarkan Al Qur’an dan mendidik generasi muda.*/Muhammad Zuhri Fadhlullah
Pesantren Hidayatullah Yogyakarta Tingkatkan Kualitas Manajemen Kelas Melalui "Upgrading Guru"
Membangun Sinergi Orang Tua dan Sekolah Melalui Kegiatan Orientasi Wali Murid Baru di Sekolah Hidayatullah Yogyakarta
Hidayatullahjogja.com | Ibarat sepasang merpati yang punya kesamaan tujuan yaitu menetaskan telur-telurnya dalam waktu 14-20 hari, orang tua di rumah dan guru di sekolah memiliki tujuan yang sama berupa menetasnya anak-anak shalih dan shalihah setelah sekian masa pendidikan dilalui. Konon burung merpati mengerami telur mereka secara bergantian. Burung merpati betina mengerami telurnya di malam hari sedangkan burung merpati jantan mengerami telurnya di siang hari. Karena burung merpati jantan dan betina sangat mirip, orang yang melihat akan mengira bahwa burung merpati tak pernah meninggalkan telur di sarangnya.
Sabtu 13 Juli 2024 menjadi hari di mana para orang tua dan wali dari murid SD IT Hidayatullah Sleman menyamakan persepsi bersama para guru di sekolah. Begitu juga orang tua dan wali murid Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta yang mengadakan pertemuan penyelarasan visi misi dengan tim guru MTs maupun MA Hidayatullah Yogyakarta. Di dua gedung berbeda acara orientasi wali murid baru diselenggarakan oleh kedua unit pendidikan dasar dan menengah Yayasan As Sakinah Yogyakarta itu.
Ustadz Abdullah Munir Ketua DPW Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan sekaligus pembina yayasan menyampaikan bahwa sakinah muncul karena adanya kepercayaan. Dengan itulah muncul ketenangan.
"Orang tua dan sekolah akan menjadi tenang ketika orang tua punya kepercayaan penuh terhadap sekolah. Jadi ketika wali murid percaya dengan sekolah, menitipkan anaknya seharian sekolah, maka orang tua akan tenang melepas ananda bersekolah."
Anak-anak yang selama siang hari belajar di sekolah bersama para guru lalu di malam hari belajar di rumah bersama orang tua diharapkan menjadi generasi yang utuh mendapatkan kehangatan selama proses inkubasi pendidikan. Bagi murid yang tinggal di pondok pesantren, waktu 24 jam akan dihabiskan di sekolah bersama para guru dan pengasuh asrama. Tak boleh ada jeda perhatian untuk anak baik dari guru maupun orang tua.
Proses pengeraman ini memang membutuhkan konsentrasi, kerja keras, pengorbanan, saling pengertian, dan kekompakan. Oleh karenanya, komunikasi yang baik antara orang tua dengan sekolah perlu terus dijalin. Kelak orang yang melihat tidak akan bisa lagi membedakan siapa yang lebih berperan terhadap kesuksesan seorang anak, apakah orang tuanya atau sekolahnya.
Reporter: Akh/ Afn
Foto: Afn
Sambut Tahun Ajaran Baru Seluruh Unit Pendidikan Hidayatullah Jogja Adakan Rapat Kerja Guru dan Pegawai
Reporter: Akh/ Awn
Foto: Trf/ Awn/ Afn
Sebanyak 95 Guru dan Pegawai SD IT Hidayatullah Ikuti Lokakarya Pengelolaan Kelas Islami
Hidayatullahjogja.com | Untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas, SD IT Hidayatullah Sleman mengadakan lokakarya pengelolaan kelas islami pada Senin dan Selasa 8-9 Juli 2024. Acara yang melibatkan seluruh guru dan pegawai itu diadakan di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta. Lokakarya ini diselenggarakan untuk meng-upgrade keterampilan manajerial kelas para guru dan wali kelas SDIT Hidayatullah.
Reporter: Akh/ Afn
Foto: Afn
Pendidikan Ulama Zuama Al Wafa di Yogyakarta Membuka Penerimaan 24 Santri Baru Setelah Dibuka oleh STIS Balikpapan
Ahad (7/7/2024), bertempat di Kampus Al Wafa Yogyakarta Jl. Beringin Raya, Krodan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Balikpapan membuka Ma'had I'dad Lughowi PUZ STIS di Kampus II Yogyakarta.
Hadir dalam kegiatan ini, Ustadz KH Muhammad Syakir Syafi'i, selaku Ketua Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah, Ustadz Abdullah Munir, selaku ketua DPW Hidayatullah DIY – Jateng Bagian Selatan, Bapak H. Abunashor Fauzi selaku pembina Yayasan Al Wafa Yogyakarta, Ustadz Budhi Gunawan dan Ustadz Syamsul Ma'arif selaku pembina dan ketua Yayasan As-Sakinah Yogyakarta, Ustadz Dienul Haq, selaku mudir PUZ STIS Balikpapan, ketua-ketua DPD Hidayatullah se Wilayah Hidayatullah DIY Jateng Bagian Selatan, serta para tamu undangan
PUZ STIS Balikpapan di Al Wafa Yogyakarta ini adalah sebuah pesantren selama 1 tahun, di mana pesantren ini adalah pesantren persiapan untuk masuk ke jenjang selanjutnya, yaitu STIS Balikpapan atau ke universitas-universitas ternama di timur tengah.
Dalam sambutannya, Ustadz Abdullah Munir selaku ketua DPW Hidayatullah DIY-Jateng Bagian Selatan bahwa “Pesantren itu ibarat gunung, yang terlihat indah dari kejauhan oleh orang lain, dan para pengelola pesantren adalah para pendaki yang merasakan betul betapa terjalnya gunung itu.” Kata Ustadz Munir di hadapan puluhan santri PUZ Al Wafa dan para tamu undangan. “DPW Hidayatullah DIY – Jateng Bagian Selatan insyaAllah akan mensupport PUZ Al-Wafa ini.” Pungkas Beliau.
PUZ Al Wafa Yogyakarta tahun pertama ini menerima 24 santri. yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Salah satu syarat masuk menjadi santri yaitu hafal 10 juz Al-Quran.
Custom HTML
Banner 2
[Disarankan = 16:9]
Banner 1
[Disarankan = 16:9]
Banner 3
[Disarankan = 16:9]
Video 7 Tips Bahagia
Video High Excellence Spirit
Video The Ramadhan Avengers
Daftar Guru
Daftar Guru Sekolah Kami
.gif)





















.jpeg)
.jpeg)









.png)






.jpeg)

